BANGGA MENJADI GURU

Juli 20, 2011

Cinta dan Logika

Filed under: Cinta — sabrinafauza @ 12:12 am

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, Cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan setiap manusia terhadap objek lain, bisa berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.

Kalau dilihat dari kedua pengertiannya, cinta adalah sebuah aksi yang bisa mempengaruhi atau menggerakkan objek lain. Sedangkan logika, pertimbangan akal dan pikiran yang lurus, tepat dan teratur. Ketika seseorang terkena sindrom yang namanya cinta, pikiran orang tersebut bisa langsung ”terganggu” dan tidak bisa berpikir lurus. Dengan kata lain, cinta bisa merusak pikiran manusia.

Ada orang yang gila karena cinta. Ada orang yang rela meninggalkan keluarga karena cinta. Ada orang yang rela hidup melarat karena cinta. Ada orang yang rela berpindah keyakinan karena cinta. Bahkan, ada orang yang rela mati karena cinta.

Tindakan-tindakan diatas merupakan bukti bahwa cinta itu benar-benar tak ada logika. Membuat orang bertingkah abnormal dan tidak wajar. (kata logika)

Kalau dipikir-pikir, ngapain sih orang bisa kayak gitu hanya gara-gara cinta? Bodoh banget ga sih ??? (kata logika)
Cinta itu bisa membuat semuanya jadi terbalik alias gak bisa diterima akal sehat. Saat cinta datang logika sama sekali tidak berperan, yang berperan adalah perasaan yang membuat kita melambung oleh karena itu semua yang kita lakukan selalu terasa benar dan baik untuk kita dan pasangan.
sekalipun kita harus mengorbankan hal yang paling berarti di-hidup kita,

hal ini pasti terjadi, tapi pengorbanan yang ada ini berbeda-beda tiap individu.
Kok wanita lebih menggunakan perasaan ?, cinta adalah perasaan dan wanita memang di-bekali Allah SWT dengan cinta/perasaan yang lebih dari pria. Sedangkan pria lebih banyak menggunakan LOGIKA-nya dari pada
Secara sederhana (harafiah), cinta dan logika memang tidak bisa disesuaikan, keduanya berdiri sendiri tanpa ada yang dapat dipengaruhi dan mempengaruhi. Jadiiiii ….. kalau jatuh cinta memang wanita lebih ngrasa tapi … coba ditanya … mengapa dia jatuh cinta … gak bisa jawab kaaaan …
sama seperti … sendok dengan garpu, keduanya juga tidak bisa disesuaikan, tidak bisa disesuaikan tapi saling mendukung, hehehehehe …

me-rekonstruksi/memasak cinta dan logika menjadi suatu hidangan yang lebih menggiurkan … heeeeeem ……..

Medio/18/7/2011

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: