BANGGA MENJADI GURU

November 30, 2009

Jangan dipengaruhi kejenuhan dan kuasai

Filed under: Berbagi — sabrinafauza @ 11:45 pm

Jenuh atau BT yang biasa kalangan pekerja mengartikan dengan istilah boring tenan atau buntu total adalah penyakit kerja yang sering timbul.. Penyakit ini menyerang sebagian pekerja yang tidak kreatif dan biasanya orang yang terserang penyakit ini juga tidak mampu melakukan pekerjaan dengan baik dan kelihatannya tidak memiliki jiwa seni dalam bekerja, namun bukan berarti kinerja mereka tidak exellent. Dalam kondisi tertentu, sebenarnya pekerja dapat lebih kreatif dan inovatif namun disela-sela kinerja tersebut seketika saja timbul penyakit jenuh. Ada beberapa penyebab timbulnya kejenuhan pada diri pekerja :

• Rutinitas kerja yang dianggap sebagai sebuah beban dan hantu yang menakutkan

Pada dasarnya manusia selalu berhadapan dengan rutinitas, seperti, makan pada waktu lapar, tidur pada saat mengantuk dan bangun pada saat sudah cukup tidur. Namun kegiatan rutin ini sangat tidak dirasakan sedikitpun menyentuh perasaan jenuh, tapi mengapa dalam soal bekerja rasa jenuh itu selalu timbul ?. Jangan sampai dilupakan juga oleh pekerja, bahwa kejenuhan juga dapat terjadi karena aktifitas yang over, tanpa diselingi dengan aktifitas yang beragam. Dalam arti kata bahwa aktifitas kerja yang dilakukan tanpa kemampuan yang handal dan kreatifitas serta tanpa variasi kerja yang cukup (seni dalam bekerja), merupakan biang kerok timbulnya kejenuhan.

• Kemampuan pekerja yang tidak tertantang dalam situasi kerja sehingga tidak timbul kreatifitas pekerja

Kemampuan dalam bekerja bagi para pekerja yang hanya itu-itu saja tanpa adanya peningkatan kemampuan akan berdampak pada kejenuhan yang permanen. Malas adalah tingkat kejenuhan yang sudah membatu dalam diri pekerja. Tapi jangan lupa bahwa batas kejenuhan adalah ketidakjenuhan itu sendiri, namun sejauh mana kita dapat menyadari bahwa kejenuhan ini timbul karena kemampuan yang pas-pasan,. Bagi pekerja yang cukup tanggap akan penaykit ini akan timbul kesadaran untuk meningkatkan kemampua. Jadi, langkah yang paling positif adalah dengan cara meningkatkan kemampuan diri dengan menambah pengetahuan secara formal atau non formal agar kemampuan kerja dapat meningkat serta dengan sendirinya seni dalam bekerja akan timbul dengan sendirinya.

• Suasana kerja yang tidak mendukung akan kenyamanan kerja dan tekanan akan pekerjaan yang sangat kuat yang dirasakan para pekerja

Lingkungan kerja dapat diartikan sebagai tempat kerja yang di dalamnya juga terjadi hubungan antar personal yang terkait dengan aturan kerja yang kadang mengekang atau dapat juga dikatakan ”mengkebiri” potensi dan kreatifitas kerja. Inilah yang menjadi salah satu kambing hitam yang membuat pekerja merasa tertekan, jenuh dan bosan.
Apalagi jika pekerja yang secara akademik memiliki tingkat keilmuan yang cukup atau mereka tersebut merupakan bawahan pimpinan yang dianggap kaku, tidak visioner dan tidak bersahabat, padahal itu hanya soal persepsi.
Volume kerja yang over dan tidak pernah tuntas akhirnya menumpuk sampai pada batas waktunya dapat juga menjadi biang keladi tertekannya karyawan tersebut.

• Fokus pekerja yang kadang tidak bertahan lama, kecuali pada pekerjaan yang mengandung resiko tinggi.

Pekerjaan yang kurang memerlukan tingkat resiko dan ketelitian yang tinggi, sangat rentan terhadap kejenuhan, hal ini disebabkan oleh jenis pekerjaan itu sendiri. Namun apakah jenis pekerjaan yang mengandung resiko tinggi dan konsentrasi yang cukup tidak mengalami kejenuhan ?, tidak juga benar, tapi sebenarnya ini soal tanggapan individu tentang pekerjaan itu sendiri. Sebagai sebuah contoh, seorang office boy sangat antusias dalam setiap aktifitas kerjanya, namun seorang yang diberi tugas sebagai supervisor tidak mampu membuat laporan sesuai dengan diharapkan.

• Planning dan target pekerja secara pribadi yang tidak jelas.

Rencana dan target adalah dua sisi penentu yang mau tidak mau menjadi pegangan dan arahan bagi suksesnya pekerjaan. Seorang pekerja seharusnya mempunyai rencana pribadi untuk yang akan datang serta target yang ditetapkan harus selalu meningkat/progresif. Dengan hal ini menunjukkan bahwa pribadi pekerja mengalami pekembangan kemampuan dan target-target menjadi pendorong. Selain kemampuan dapat berkembang, sejalan dengan itu akan terbentuk sebuah kebiasaan yang tidak disadari akan dapat menghalau kejenuhan dan yang pasti kedua sisi yang ini berjalan beriringan saling mendukung untuk kesuksesan pekerja itu sendiri.

Sejurus dengan pandangan diatas, Dra. Linda R. Astapraja, S.Psi., Psi., seorang praktisi dalam ilmu kejiwaan menyatakan bahwa ”kejenuhan terjadi berdasarkan sumber kejenuhan, baik secara internal atau eksternal”. Secara internal kejenuhan berhubungan dengan ”planning pribadi pekerja” akan masa depannya sedangkan secara eksternal berhubungan dengan ”reward” yang diperoleh karyawan dari pekerjaannya/ perusahaan.
Secara umum cara untuk mengatasi kejenuhan dengan melakukan hal sebagai berikut :
• Ciptakan suasana kerja yang jauh dari tekanan dengan cara meyakini bahwa pekerjaan merupakan kebutuhan dan kewajiban bagi kita serta pekerjaan adalah amanah yang bernilai ibadah pada Allah SWT.
• Kejenuhan dalam bekerja timbul karena tingkat konsentrasi yang rendah dalam bekerja dan itu berarti pekerja tidak fokus pada pekerjaannya, maka atasi hal ini dengan cara memfokuskan seluruh kemampuan pada pekerjaan dan capai target kerja.
• Bekerja adalah seni, karena itu lakukan pekerjaan dengan gaya dan ekspresi kerja yang tinggi, tersenyumlah pada setiap orang yang berpapasan langsung dengan anda, tersenyum merupakan ekspresi keadaan hati saat itu serta berdampak pada pandangan positif orang lain terhadap anda. Dan jangan lupa bahwa pandangan positif orang pada anda merupakan do,a bagi anda.
• Manfaatkan waktu istirahat secara optimal dan lakukan relaksasi jika anda bekerja dalam waktu yang cukup lama atau berada pada pekerjaan yang memiliki konsentrasi dan resiko yang tinggi. Luangkan waktu untuk beribadah pada Allah SWT.

Apapun posisi kerja anda dalam suatu perusahaan, maka yakinilah bahwa pekerjaan itu merupakan kewajiban anda sebagai manusia yang harus selalu bertahan dalam kondisi apapun dalam hidup anda, dan yakini juga pekerjaan tersebut mampu membuat anda lebih baik, secara fisik, psikis dan moral karena kebermanfaatan diri anda dirasakan bagi orang lain. Dan yang penting adalah keridoan ilahi telah didapat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: