BANGGA MENJADI GURU

Oktober 21, 2009

Karakteristik Profesi Guru

Filed under: Profesi Guru — sabrinafauza @ 4:30 am

Bagaimana karateristik utama guru yang profesional? Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Depdiknas, Indra Djati Sidi menjelaskan saat menjelang peringatan Hari Guru Nasional. Indra menyebut hasil studi beberapa ahli mengenai sifat-sifat atau karateristik profesi, khususnya profesi guru. Yakni, kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan, memiliki pengetahuan spesialisasi, memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien, memiliki teknik kerja yang dapat dikomunikasikan atau communicable, memiliki kapasitas mengorganisasikan kerja secara mandiri atau self-organization, mementingkan kepentingan orang lain (altruism), memiliki kode etik, memiliki sanksi dan tanggung jawab komunita, mempunyai sistem upah, dan budaya profesional.

Dalam hal pengetahuan praktis, misalnya. Indra mengatakan, pengetahuan khusus itu bersifat aplikatif yang didasarkan pada kerangka teori yang jelas dan teruji. Makin spesialis seseorang, makin mendalam pengetahuannya di bidang itu dan makin akurat pula layanannya kepada klien. Dokter umum, dia mencontohkan, berbeda pengetahuan teoritis dan pengalaman praktisnya dengan dokter spesialis. Seorang guru besar idealnya berbeda pengetahuan teoritis dan praktisnya dibandingkan dengan dosen atau tenaga akademik biasa.

Soal sanksi dan tanggung jawab komunita, Indra mengatakan, manakala terjadi ‘malpraktik’, seorang guru harus siap menerima sanksi pidana, sanksi dari masyarakat, atau sanksi dari atasannya. Ketika bekerja, guru harus memiliki tanggung jawab kepada komunita, terutama anak didiknya. Replika tanggung jawab ini menjelma dalam bentuk disiplin mengajar, disiplin dalam melaksanakan segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas-tugas pembelajaran.

Bagaimana dengan sistem upah? Indra menyebut, sistem upah yang dimaksud di sini adalah standar gaji. Di dunia kedokteran, ujarnya, sistem upah dapat pula diberi makna sebagai tarif yang ditetapkan dan harus dibayar oleh orang-orang yang menerima jasa layanan darinya. Guru yang profesional, kata Indra, adalah mereka yang memiliki karakteristik seperti itu, di samping karakteristik lain yang dapat dan mungkin ditambah. Harus menjadi kesadaran bersama bahwa pengakuan akan guru sebagai profesi sesungguhnya perlu terus ditumbuhkan. Sejalan dengan itu, para guru harus benar-benar berusaha merangsang diri untuk tumbuh secara profesional. ”Guru-guru harus menguasai metode dan materi pembelajaran, menjunjung tinggi kode etik, terikat pada sumpah jabatan dan kaidah-kaidah organisasi profesi, dan memiliki kemauan untuk tumbuh dan berkembang secara profesional,” ujarnya.

Tentu saja, Indra menuturkan, para guru tidak bertugas pada ruang hampa, melainkan berada pada konteksnya. Karena itu, sejalan dengan usaha untuk menumbuhkan semangat kebangkitan profesionalisme guru dan upaya mengangkat harkat dan martabat mereka, permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam mengembangkan profesinya sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, dan pelatih cepat atau lambat harus dibenahi.

Mendiknas menjelaskan, dengan guru sebagai profesi, maka lembaga pencetak guru tidak lagi hanya oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti selama ini. ”Karena untuk jadi profesi, bisa saja semua sarjana ditambah pendidikan profesi, bisa jadi guru,” tuturnya. ”Jadi, sumber guru bisa dari pendidikan apa pun sehingga guru menjadi profesi yang kompetitif.” Boleh jadi, inilah tonggak kebangkitan guru dengan pencanangan guru sebagai profesi pada Hari Guru Nasional.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: