Menuju dan Menjadi yang Terbaik

Oktober 27, 2009

Prinsip 90/10 (stephen covey)

Filed under: Psikologi — sabrinafauza @ 12:51 am

Copy of untitledMenurut prinsip ini, 10% dari kehidupan kita terdiri dari apa yang terjadi kepada kita, selebihnya (90%) tergantung dari sikap kita dalam menghadapinya. Artinya, kita tidak dapat mengontrol apa yang akan terjadi kepada kita “CUMA” 10% itu.

Kita tidak dapat mencegah mobil kita dari kerusakan. Pesawat kita mungkin di delay yang menyebabkan semua schedule kita berantakan. Mungkin kita juga akan di salip oleh pengemudi lain di jalan. Kita tidak dapat mengontrol factor 10% ini. TETAPI, yang 90% adalah hal yang lain. Kita dapat menghendaki bagaimana kita menjalani 90% itu.
Bagaimana caranya? Dari reaksi kita

Kita tidak dapat mencegah lampu lalu lintas berganti ke merah, tapi kita dapat mengontrol reaksi kita terhadap hal tersebut. Jangan tertipu! – Hanya KITA yang (pasti) dapat mengontrol reaksi kita sendiri.

Anda sedang menikmati sarapan pagi sekeluarga dan tanpa di sengaja anak Anda menumpahkan kopi ke pakaian kerja Anda. Anda tidak dapat mengontrol apa yang barusan terjadi, namun apa yang akan terjadi selanjutnya akan sepenuhnya bergantung kepada bagaimana reaksi Anda terhadap kejadian ini.

Anda mengutuki diri sendiri (menggerutu)…
Anda memarahi anak Anda karena telah menumpahkan kopi tersebut. Anak Anda kemudian menangis karena di marahi. Setelah memarahi anak Anda, Anda kemudian mengkritik istri Anda karena meletakkan cangkir kopi Anda terlalu di pinggir meja. Kemudian Anda dan istri Anda pun bertengkar sejenak. Anda lalu lari ke kamar untuk mengganti pakaian Anda. Di meja makan, anak Anda yang sejak dari tadi menangis tidak dapat menghabiskan sarapan paginya dan mengganti pakaiannya untuk sekolah. Dia pun ditinggal bis sekolahnya dan istri Anda harus segera berangkat ke kantornya. Anda langsung menuju ke mobil Anda dan mengantar anak Anda ke sekolahnya.
Karena sudah agak terlambat, Anda pun mengendarai mobil dengan sedikit mengebut. Anda sampai di sekolah anak Anda setelah terlambat 15 menit dan mendapatkan surat tilang karena mengebut. Anak Anda pun langsung lari masuk ke sekolah tanpa pamit kepada Anda terlebih dahulu. Setelah dari sekolah, Anda langsung ngebut ke kantor karena sudah terlambat 20 menit.
Sesampai di kantor, Anda baru sadar bahwa Anda lupa membawa tas kerja Anda. Karena Anda sudah memulai hari Anda dengan tidak bagus, hal ini akan terus berlanjut hingga jam pulang nanti.
Anda pun mulai tidak sabar untuk menanti sampai pukul 5 nanti, dimana Anda ingin segera pulang. Sesampai di rumah, Anda mendapati bahwa situasi di rumah pun tidak begitu ramah. Ada sedikit jarak antara Anda dan istri dan anak Anda.
Mengapa demikian? Semua ini karena reaksi Anda di pagi hari tadi
Apa penyebab hari buruk Anda?
A. Apakah karena kopi yang tumpah?
B. Apakah karena anak Anda?
C. Apakah karena Anda di tilang polisi?
D. Apakah Anda penyebabnya?
.
..

….
Jawaban yang benar adalah: D.

Apa yang terjadi dengan kopi Anda memang di luar dari kendali Anda, namun reaksi Anda terhadap kejadian tersebut lah yang menyebabkan Anda memiliki hari yang buruk.
Berikut adalah apa yang dapat dan seharusnya terjadi atas kejadian tersebut:

Anda tertumpah kopi dan anak Anda sudah mulai menangis. Anda seharusnya menenangkannya sambil berkata, “Ga pa pa kok say, kamu hanya perlu lebih hati-hati aja lain kali.” Lalu sambil membersihkan baju Anda dengan handuk kecil, Anda bergegas ke kamar Anda untuk menukar pakaian. Setelah selesai berpakaian, Anda mengambil tas kerja Anda dan kembali ke meja makan sambil melihat anak Anda yang melambai ke arah Anda sedang menaiki bis sekolahnya. Anda pun dapat sampai di kantor 5 menit lebih awal dan berbincang-bincang sebentar dengan rekan-rekan kerja Anda. Bahkan bos Anda juga memberi komentar yang positif terhadap perilaku Anda yang sedang senang hati hari itu.

Dapatkah di lihat perbedaan antara 2 skenario di atas? Mereka mempunyai awal yang sama, namun akhir yang berbeda..

Mengapa ? Semuanya tergantung bagaimana sikap Anda dalam menghadapi situasi tersebut.
Anda memang (pasti) tidak dapat mengontrol apa yang akan terjadi pada Anda (factor 10%), tetapi reaksi dan sikap Anda (pasti) dapat mempengaruhi factor yang 90%.
Berikut adalah beberapa saran untuk mengaplikasikan prinsip 90/10 dalam kehidupan kita sehari-hari:

Apabila ada beredar komentar negatif mengenai Anda, janganlah di serap begitu saja. Anda seharusnya dapat bersikap cuek. Jangan biarkan komentar negative tersebut mempengaruhi hidup Anda..!!! Bersikaplah sewajarnya dan hari-hari Anda akan lebih membaik. Reaksi yang salah mungkin akan mengakibatkan Anda kehilangan seorang teman baik, di pecat dari pekerjaan atau mengidap stress yang berkepanjangan.

Bagaimana seharusnya sikap Anda terhadap pengemudi yang tiba-tiba menyalip di depan Anda? Apakah Anda akan marah? Membanting kemudi mobil Anda? Menghujat? Apakah tekanan darah Anda semakin tinggi? Apakah Anda akan mencoba untuk menabrak mobil tersebut? Siapakah yang akan peduli apabila Anda datang ke kantor lebih telat 10 detik? Jangan sampai karena kejadian tersebut, mood Anda berubah jadi tidak bagus.

Ingatlah akan prinsip 90/10 ini, dan janganlah Anda terlalu khawatir.
Anda menerima kabar bahwa Anda akan di pecat dari pekerjaan Anda. Janganlah Anda menjadi stress, tidak bisa tidur dan jadi bad-mood. Semuanya ini dapat Anda lewati. Anda seharusnya dapat memakai waktu dan peluang ini untuk mencari pekerjaan yang baru

Pesawat yang akan Anda tumpangi ternyata delay dan Anda tahu bahwa hal ini akan merusak semua rencana Anda untuk hari itu. Janganlah Anda memarahi awak pesawat tersebut? Ini juga sebenarnya di luar dari kendali awak pesawat tersebut. Dia juga sebenarnya tidak mengetahui mengapa hal tersebut terjadi. Seharusnya, Anda dapat menggunakan waktu luang tersebut untuk belajar atau mencoba untuk lebih mengenal penumpang yang lain. Janganlah Anda menjadi stress karena hal ini hanya akan membuat segala sesuatunya menjadi lebih buruk.

Nah.. sekarang Anda sudah mengetahui dan mempelajari prinsip 90/10. Cobalah untuk menerapkan prinsip tersebut pada kehidupan sehari-hari Anda dan percayalah, bahwa hidup Anda akan jauh menjadi lebih baik lagi.

Prinsip 90/10 adalah sesuatu yang menakjubkan, dan belum banyak daripada kita yang mengetahui dan mengaplikasikannya di kehidupan kita. Oleh karena itu banyak daripada kita yang mengalami stress yang berlebihan, masalah dan sakit hati.

Bukankah kita semua harus dapat mengerti dan mengaplikasikan prinsip 90/10 ini?

Oktober 26, 2009

Membangun Karakter

Filed under: Psikologi — sabrinafauza @ 11:29 pm

Copy of untitledDisiplin diri merupakan hal penting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter seseorang. Sebab karakter mengandung pengertian:

(1) Suatu kualitas positif yang dimiliki seseorang, sehingga membuatnya menarik dan atraktif;
(2) Reputasi seseorang; dan
(3) Seseorang yang unusual atau memiliki kepribadian yang eksentrik.

Akar kata karakter dapat dilacak dari kata Latin kharakter, kharassein, dan kharax, yang maknanya “tools for marking”, “to engrave”, dan “pointed stake”. Kata ini mulai banyak digunakan (kembali) dalam bahasa Perancis caractere pada abad ke-14 dan kemudian masuk dalam bahasa Inggris menjadi character, sebelum akhirnya menjadi bahasa Indonesia karakter. Dalam Kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain. Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa membangun karakter (character building) adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga `berbentuk’ unik, menarik, dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain. Ibarat sebuah huruf dalam alfabet yang tak pernah sama antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang-orang yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lainnya (termasuk dengan yang tidak/belum berkarakter atau `berkarakter’ tercela).

“Character cannot be develop in ease and quite. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved”. Kalimat itu boleh jadi merangkum sejarah hidup seseorang yang sangat inspirasional. Lewat perjuangan panjang dan ketekunan yang sulit dicari tandingannya,

Proses membangun karakter itu memerlukan disiplin tinggi karena tidak pernah mudah dan seketika atau instant. Diperlukan refleksi mendalam untuk membuat rentetan moral choice (keputusan moral) dan ditindaklanjuti dengan aksi nyata sehingga menjadi praksis, refleksi, dan praktik. Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang.

Selanjutnya, tentang nilai atau makna pentingnya karakter bagi kehidupan manusia dewasa ini dapat dinyatakan sebagai “Bear in mind that brains and learning, like muscle and physical skills, are articles of commerce. They are bought and sold. You can hire them by the year or by the hour. The only thing in the world NOT FOR SALE IS CHARACTER. And if that does not govern and direct your brains and learning, they will do you and the world more harm than good”.

Scalia menunjukkan dengan tepat bagaimana karakter harus menjadi fondasi bagi kecerdasan dan pengetahuan (brains and learning). Sebab kecerdasan dan pengetahuan (termasuk informasi) itu sendiri memang dapat diperjualbelikan. Dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa di era knowledge economy abad ke-21 ini knowledge is power.

Masalahnya, bila orang-orang yang dikenal cerdas dan berpengetahuan tidak menunjukkan karakter (terpuji), maka tak diragukan lagi bahwa dunia akan menjadi lebih dan semakin buruk. Dengan kata lain ungkapan knowledge is power akan menjadi lebih sempurna jika ditambahkan menjadi–meminjam sebuah iklan yang pernah muncul di ibukota– knowledge is power, but character is more.

Demikianlah makna penting sebuah karakter dan proses pembentukkannya yang tidak pernah mudah melahirkan manusia-manusia yang tidak bisa dibeli. Ke arah yang demikian itulah pendidikan dan pembelajaran – termasuk pengajaran di institusi formal dan pelatihan di institusi nonformal–seharusnya bermuara, yakni membangun manusia-manusia berkarakter (terpuji), manusia-manusia yang memperjuangkan agar dirinya dan orang-orang yang dapat dipengaruhinya agar menjadi lebih manusiawi, menjadi manusia yang utuh atau memiliki integritas.

Wahana Bacaan :
Membangun Karakter oleh Andrias Harefa, seorang trainer dan penulis 30 buku laris.

Oktober 20, 2009

Kepribadian

Filed under: Psikologi — sabrinafauza @ 5:26 am

Kepribadian sesungguhnya adalah sesuatu yang abstrak, sukar dilihat ataudi ketahui secara nyata. Yang dapat diketahui adalah penampilan atau berkasnya dalam segala segi dan aspek kehidupan. Misalnya dalam tindakannya, ucapan, caranya bergaul, berpakaian, dan dalam setiap menghadapi persoalan atau permasalahan baik yang ringan maupun yang berat.

Kita akan lebih baik melihat kepribadian itu secara terpadu (integreted) atau tidaknya. Kepribadian terpadu dapat menghadapi segala persoalan dengan wajar dan sehat, karena segala unsur dalam kepribadian bekerja secara seimbang dan serasi. Pikirannya mampu bekerja dengan tenang, setiap masalah dapat dipahaminya secara obyektif.

Menurut penelitian ahli jiwa terbukti bahwa semua pengalaman yang dilalui orang sejak lahir merupakan unsur-unsur dalam pribadinya. Bahkan lebih jauh lagi dikatakan bahwa janin dalam kandungan telah mendapat pengaruh dari keadaan orang tua, terutama ibunya.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa pembinaan kepribadian telah dimulai dalam keluarga sejak ia lahir bahkan sejak dalam kandungan. Karena itu kepribadian seseorang tubuh dan berkembang tergantung pada pengalamannya. Sikap dan pandangan hidup orang tuanya dapat mempengaruhi tebentuknya kepribadian seperti; sopan santu dalam bergaul, ketekunan menjalankan ibadah dan kepatuhan terhadap ketentuan agama. Serta melaksanakan niali-nilai agama menjadi salah satu yang mempengaruhi juga.

Karyawan tidak terlepas dari persoalan berbagai pengalamn yang dilalunya sejak kecil samapi kepada masa bertugas sebagai karyawan. Persoalan yang sedang dihadapi dan telah dialului membawa pengaruh terhadap sikap dan caranya memandang dan menghadapai tugasnya secara umum.

Boleh jadi karyawan itu sebenarnya tidak senang dengan pekerjaannya, akan tetapi ia menjadi karyawan pada organisasi tersebut hanyalah sekedar untuk mencari nafkah, maka pekerjaannya sebagai guru dinilainya dari segi materi. Apabila yang dipandang materi atau hasil yang diterimanya, juga ia sangat peka terhadap hal atau persoalan yang ditemukannya dalam tugasnya, misalnya soal aministrasi, kenaikan pangkat, hubungan dengan pimpinan, dan sebagainya. Tindakan dan sikapnya terhadap teman sekerjanya akan berpengaruh pula, hal itu pun dapat merusak atau mengurangi hasil atau nilai kerja dan berdampak pada prodktifitas perusahaan.

Kita semua dilahirkan dengan rangkaian kekuatan dan kelemahan kita sendiri dan tidak ada rumus ajaib yang dapat bekerja seperti mukzizat bagi kita semua. Kepribadian Plus yang diciptakan oleh Hippocrates melihat kepada diri kita masing-masing sebagai individu yang merupakan campuran dari watak dasar dan mendorong kita untuk mengenal ” Saya Yang Sesungguhnya” dari dalam sebelum berusaha mengubah apa yang tampak pada permukaan.

Dalam kepribadian Plus ini, apakah anda tergolong :
* Seorang Senguis, yang spontan, lincah dan periang.
* Seorang Melankolis, yang penuh pikiran,setia, tekun.
* Seorang Koleris, yang suka petualangan, persuasif,
percaya diri.
* Seorang Phlegmatis, yang ramah, sabar, puas.

Sebagai manusia kita memiliki kepribadian. Agar kehidupan kita mencapai perkembangan yang optimal, maka seyogyanya ada upaya pada diri kita selain menempa intelektual kita, perlu juga menempa kepribadian. Salah satu cara mengembangkan kepribadian adalah melalui teori Kepribadian Plus.

Kepribadian merupakan tolok ukur untuk kelancaran Interaksi Sosial.

Menjalin hubungan yang harmonis

Filed under: Psikologi — sabrinafauza @ 4:27 am

Seringkali orang menyepelekan soal satu ini. Kerja bagi mereka berarti tugas selesai. Titik. Padahal, hubungan dengan orang-orang di lingkungan kerja pun tak kalah penting dalam mendongkrak karier.
Hal paling penting dalam pekerjaan di abad 21 ini adalah kemampuan membangun dan menjaga hubungan. Meski Anda mempunyai ‘hobi’ gonta-ganti pekerjaan dalam perjalanan karier Anda, namun membangun jaringan dan menjaga hubungan itu adalah hal yang sangat penting. Ynag juga perlu diketahui, tempat yang paling mudah dan paling baik untuk membangun jaringan hubungan adalah di kantor.

ATASAN
Kesuksesan dan perkembangan karier Anda banyak tergantung pada atasan. Atasan Anda-lah yang dapat memberi kesempatan menangani tugas-tugas strategis atau klien-klien utama perusahaan, serta memberikan pekerjaan-pekerjaan penting lainnya. Bahkan, atasan Anda-lah yang berperan dalam menilai performance, kenaikan gaji atau kenaikan pangkat. Atasan Anda dapat pula menjadi ‘guru’ pribadi Anda. Mereka dapat memberikan sebagian pengalamannya kepada Anda, juga petunjuk dan pengarahan untuk belajar seluas-luasnya dan membiarkan Anda bertumbuh dalam pekerjaan, sekaligus menunjukkan dan membukakan ‘pintu’ kesempatan. Petiklah hal-hal tersebut sebagai keuntungan dalam perjalanan karier Anda.
Jadi, hubungan baik dengan atasan adalah hal paling berharga di dalam perkembangan karier Anda. Salah satu cara untuk mendongkrak hubungan baik dengan atasan adalah membuatnya tampak ‘baik’. Anda dapat melakukannya melalui performance pekerjaan yang bagus, mengambil tugas-tugas sulit – tetapi jangan sampai tidak sukses menyelesaikannya – dan bekerjasama dengan baik dengan bagian-bagian lain dalam perusahaan yang berada di bawah “kekuasaan” atasan.

REKAN KERJA
Rekan kerja atau kolega yang Anda temui setiap hari juga sangat berharga bagi Anda, dan sebaliknya Anda pun berguna bagi mereka. Bantulah mereka menyelesaikan pekerjaannya, terutama ketika mereka berada dalam keadaan sangat sibuk dan dikejar ‘deadline’. Jangan segan memberi pujian jika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Kenali rekan kerja, termasuk kebiasaan dan pribadi mereka. Ajak mereka makan siang bersama atau pulang bersama. Ini dilakukan untuk lebih mengenal mereka di luar jam-jam kerja. Asal tahu saja, ketika karier Anda atau rekan melesat maju, hubungan Anda dan rekan kerja tersebut akan menjadi sangat penting dan berharga bagi Anda berdua.

KLIEN/NARASUMBER
Seorang klien yang puas tentu akan dengan senang hati menghubungi Anda kembali di masa yang akan datang. Entah itu hanya untuk mengucapkan selamat atas promosi Anda, atau bahkan menawarkan kerjasama baru dengan Anda. Jangan heran jika Andalah yang pertama kali mereka hubungi saat mereka membutuhkan orang untuk dipekerjakan atau mengambil tawaran menarik.
Hubungan dengan klien bisa rapi terjalin jika Anda tak pelit untuk mengontak mereka. Jadi, jangan hanya mengontak mereka saat Anda membutuhkan. Kalau perlu, datangi mereka di luar jam kerja, meski itu cukup menyita waktu.
Jadi, berhubungan dengan orang-orang di lingkungan pekerjaan tak hanya menolong karier, tetapi juga membuat tempat kerja Anda lebih menyenangkan. Intinya, Anda harus rajin bersosialisasi. Sekaranglah waktunya bagi Anda untuk membangun hubungan dan meraih sukses di tempat kerja.

Membuat Boss Marah adalah Kesalahan Besaaaar
Tapi ….. Membuat Customer Marah adalah Kesalahan Lebih Besaaaar

Menaruh Perhatian

Filed under: Psikologi — sabrinafauza @ 4:20 am

Menaruh perhatian, menghargai orang lain dan bersahabat adalah sikap yang harus dimiliki untuk menunjang karier. Apalagi bila ditambah dengan penampilan yang serasi dan ceria. Sebenarnya sikap tersebut berlaku untuk siapa saja, selama menjadi karyawan bila ingin berhasil meniti karier.

Untuk meniti karier, seseorang harus memiliki sikap positif, misalnya menyenangi pekerjaan, menghargai tugas yang dipercayakan dan berusaha terhadap perbaikan kerja. Dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan anda biasanya banyak menghadapi masalah. Tugas sekretaris justru harus mampu memecahkan masalah yang timbul dalam perusahaan anda. Sikap mental terhadap setiap masalah yang timbul harus positif, yaitu ikut berusaha sekuat teaga untuk dapat memecahkan masalah tersebut. Sikap positif yang dimiliki merupakan modal dasar untuk memberikan sumbangan dalam menyelesaikan tugas-tugan yang sulit.

Promosi jabatan dalam karier ditentukan atas dasar penilaian prestasi kerja. Namun demikian penilaian yang dilakukan oleh atasan justru tidak berdasarkan prestasi kerja saja, melainkan sikap positif mengenai perilaku, sikap bersahabat yang menyenangkan dan menghargai orang lain ikut menentukan pula. Sikap positif yang dimazksud misalnya bila mendapat undangan makan dan pada surat undangan tersebut ada tulisan “r.s.v.p”, maksudnya perlu menyampaikan terima kasih atas undangan itu dan juga memberitahu bahwa anda bisa datang atau tidak karena berhalangan.

Tidak hanya sikap bersahabat dan menyenangkan serta pengetahuan tata krama dalam pergaulan saja, untuk menunjang karier, tetapi juga perlu pengembangan penampilan. Penampilan adalah sikap dalam bentuk pencerminan diri seseorang yang menimbulkan percaya diri yang simpatik. Untuk menunjang penampilan diperlukan usaha keras yang konsisten antara lain tidak mementingkan diri sendiri dan selalu menyenangkan orang lain.

Dalam pembicaraan tidak memotong pembicaraan atau menyela percakapan orang lain, dan bila terpaksa harus memotong pembicaraan karena sesuatu yang sangat penting menggunakan sopan santun sehingga yang bersangkutan dengan senang hati memberi waktu. Paling baik tunggu saat yang tepat untuk menyela yaitu saat mereka agak senggang tidak sedang dalam percakapan serius.

Selain perilaku yang simpatik, perlu pula diperhatikan sikap fisik, misalnya cara berdiri tegak dan anggun, cara duduk yang rapi dan sikap sopan santun. Cara berbusana sederhana tetapi tetap up to date dengan perlengkapan assesori yang serasi.

Hello world!

Filed under: Psikologi — sabrinafauza @ 3:31 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tema: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.