BANGGA MENJADI GURU

November 5, 2009

Konsep Kepemimpinan

Filed under: Leadership — sabrinafauza @ 1:17 am

1. Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan setiap tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu at au kelompok lain yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya

1.1 Definisi-definisi Kepemimpinan menurut para ahli:

• D.E.Mc. Farland (1978) : Mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah suatau proses dimana pimpinan dilukiskan akan membei perintah atau pengaruh, bimbingan atau proses mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih tujuan yang telah ditetapkan.
• J.M. Pfiffner (1980) : Megemukakan bahwa kepemimpinan adalah senimengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
• Oteng Sutisna (1983) : mengemukakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mengambil inisiatif dalam situasi sosial untuk menciptakan bentuk dan prosedur baru, merancang dan mengatur perbuatan, dan dengan berbuat begitu membangkitkan kerja sama kea rah tercapainya Ttujuan.

1.2 Definisi-definisi yang dapat ditarik mengenai kepemimpinan:

• Kepeminpinan adalah setiap perbuatan yang dilakukan oleh individu ata kelompok untuk mengkoordinasi dan memberi arah kepada individu atau kelompok yang tergabung dalam wadah tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
• Aktivitas pemimpin antara lain terjelma dalam bentuk memberi perintah, membimbing dan mempengaruhi kelompok kerja atau orang lain dalam rangka mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien.
• Aktivitas pemimpin dapat di lukiskan secara seni (art) dan bukan ilu (science) untuk mengkoordinasi dan memberikan arahan kepada anggota kelompok dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
• Memimpin adalah mengambil inisiatif dalam rangka situasi sosial (bukan perorangan) untuk membuat prakarsa baru menentukan prosedur, merancang perbuatan dan segenap kreaktifitas lain, dan karena itu pula tujuan organisasi akan tercapai.
• Pemimpin selalu berada dalam situasi sosial, sebab kepemimpinannyapada hakikatnya adalah hubungan antara individu dengan individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain.
• Pimpinan tidak memisahkan diri dari kelompoknya. Pimpinan bekerja dengan orang lain, bekerja melalui orang lain atau keduanya.

2. Teori Munculnya Kepemimpinan

Kepemimpinan sebagai ilmu (Leadership as a science) Telah mengundang kepedulian para ahli ilmu-ilmu perilaku, terutama ahli managemen. Namun masih banyak perbedaan pendapat antara mereka tentang teori munculnya kepemimpinan. Teori Kepemimpinan dapat dikelompokkan kedalam tiga teori :

2.1 Teori Bawaan atau Heredity Theory

Teori ini merupakan teori keturunan atau bawaan. Sifat-sifat kepemimpinan seseorang adalah factor bawaan sejak lahir, dimana menjadi pemimpin tidaknya seseorang karena takdir semata. Pendiri pokok teori adalah orang-orang yang telah membawa bakat kepemimpinannyalah yang mampu menjadi pemimpin dikemudian hari. Modal dasar, seperti bkat, intuisi atau kecakapan praktis tanpa dibarengi oleh teori-teori atau prinsip-prinsip, dianggap cukup untuk seseorang menjadi pimpinan.
.
2.2 Teori Psikologi atau Psychological Theory

Teori ini merupakan Teori kejiwaan. Teori ini berasumsi bahwa sifat kepemimpinan seseorang dapat dibentuk sesuai dengan jiwanya. Konsep dasar teori ini adalah bahwa kapasitas seseorang dapat dibentuk, dimanipulasi, didongkrak kematangannya, dan kerenanya bakat yang dibawa sejak lahir ke muka bumi bisa di abaikan.
Manusia belajar dari kehidupannya sehingga tinggat pemikiranya pun menjadi matang. Lingkungan merupakan bagian penting dari kehidupan seorang manusia yang sukses, antara lain ditandai oleh kemampuanya menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Manusia dilihat dari berbagai dimensi yaitu sebagai :
a. Makhluk Biologis
b. Makhluk Sosial
c. Makhluk Intelektual
d. Makhluk Pengabdi Tuhan
e. Makhluk rohani

2.3 Teori Situasi atau Situational Theory

Teori ini merupakan teori situasi, yang akhirnya melahirkan konsep kepemimpinan situasional. Teori ini berpendapat bahwa, kepemimpinan seseorang muncul sejalan dengan situasi atau lingkungan yang mengelilinginya. Teori ini adalah sintesis dari teori keturuna yang mengatakan bahwa bakat adalah faktor dominan dan teori kejiwaan yang berasumsi bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin jike dibekali pengetahuan dan sejumlah pengalaman yang memadai.

Efektivitas kepemimpinan menurut teori sitiasi di pengaruhi oleh beberapa hal yaitu: Faktor manusia yang di pimpin, fasilitas yang digunakan, jenis kegiatan organisasi, misi organisasi, dan situasi yang mengitarinya.

Realitas dari dulu hingga sekarang membuktikan bahwa diluar dari tiga teori diatas seseorang dapat muncul sebagai pemimpin didasari atas perlakuan khusus, perlakuan khusus yang dimaksud yaitu:

• Seseorang dapat muncul sebagai pimpinan atas dasar keturunan.
• Seseorang dapat muncul sebagai pimpinan atas dasar pemilihan.
• Seseorang dapat muncul sebagai pimpinan atas dasar penunjukan.
• Seseorang dapat muncul sebagai pimpinan Karena adanya kudeta atau aksi-aksi revolusioner, seperti perebutan kekuasan.
• Seseorang dapat muncul sebagai pimpinan karena regulasi.

3. Syarat-syarat Pemimpin Ideal

Pemimpin ideal hasus memiliki kelebihan dibandingkan dengan kelompok yang di pimpinnya. Seseorang yang menjalankan fungsi kepemimpinannya setidaknya harus memiliki persyaratan atau sifat-sifat sebagi berikut:

1) Bertakwa terhadap tuhan Yang Maha Esa.
2) Memiliki inteligensi yang tinggi.
3) Memiliki fisik yang kuat.
4) Berpengetahuan yang luas
5) Percaya diri.
6) Dapat menjadi anggota kelompok.
7) Adil dan bijaksana.
8) Tegas dan berinisiatif.
9) Berkapasitas membuat keputusan.
10) Memiliki kestabilan emosi.
11) Sehat jasmani dan rohani.
12) Bersifat prosfektif.

4. Kualitas Pemimpin Yang di Harapkan

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berkualitas. Berkualitas yang dimaksud bukan yang di klaim oleh seorang pimpinan atau oleh mereka yang akan mempromosikan diri duduk pada posisi it, melainkan kualitas atas dasar pengakuan bawahan atau masyarakat.. Banyak pendapat bawahan mengenai kualitas pemimin yang mereka harapkan.

Kualitas pemimpin yang dimaksud berlaku secara jeneral, baik di dunia bisnis, organisasi sosial dan lembaga pendidikan. Namun kualitas pemimpin pendidikan yang diharapkan tentu secara spesifik dapat dibedakan dengan kualitas pemimpin organisasi lain. Perbedaan itu disebababkan kerena adanya perbedaan berbagai karakteristik organisai, seperti proses kerja, alat yang dipakai, sumber daya manusia yang ada, tata struktur organisasi, daerah jangkauan kerja organisasi, dan karakteristik tugas- tugas kelembagaan.

Karakteristik- karakteristik pimpinan yang di harapkan oleh bawahan :

• Bawahan menginginkan agar pemimpinnya memiliki tujuan yang jelas konsisten, bukan pemimpin yang selalu mengikuti arah angina.
• Bawahan menginginkan pimpinannya membuat rencana yang baik dan dapat dijangkau, bukanrencana yang muluk-muluk.
• Bawahan menginginkan pemimpin yang secara menerus menginformasikan kemajuan perusahaan atauorganisasi kepadanya.
• Bawahan menghendaki agar pimpinannya memperlakukan mereka sebagi manusia bukan seperti robot.
• Bawahan menuntut pemimpin yang mampu membawa kemajuan organisasi secara arif dan bijaksana.

Kualitas Pemimpin Yang di Harapkan Oleh Bawahan Berdasarkan penelitian Keith Davis
 Pemimpin yang baik
 Pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas
 Pemimipin yang dapat memberimotivasi kepada bawahan
 Pemimpin yang bisa memberikan kebebasan dalam melakukan perkerjaannya
 Pemimpin yang bisa berbaur dengan bawahannya
 Pemimpin yang bisa memberikan jaminan keamanan bagi bawahannya tentang semua perubahan
 Pemimpin yang dapat membuat kondisi kerja yang menyenangkan
 Pemimpin yang memberi perintah/tugas yang bermanfaat
 Pemimpin yang jujur dan adil

Keberhasilan maupun kegagalan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh dirinya sendiri, akan tetapi juga ditentukan oleh akumulasi subsistem yang terlibat, yaitu si pemimpin itu sendiri dengan seperangkat potensinya, karakteristik bawah, karakteristik situasi, kondisi organisasi di luar manusianya, dan karakteristik situasi dan kondisi diluar organisasi. Keberhasilan organisasi mengandung arti keberhasilan pemimpin organisasi itu dan juga keberhasilan individu atau kelompok yang dipimpinya.

Keberhasilan organisasi tergantung kepada kelompok dan seluruh anggotanya satu sama lain. Pimpinan harus memberi motivasi, mengkoordinasi, memberi arah, dan bekerja dengan kelompoknya. Pemimpin yang efektif berda dalam kelompok, dan pada waktu tertentu dia harus berada pada garis depan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengerti kebutuhan bawahannya.

2 Komentar »

  1. Reblogged this on Desa Gunungrejo and commented:
    SEORANG PEMIMPIN HARUS MEMPUNYAI KONSEP

    Komentar oleh Admin — Maret 19, 2012 @ 12:19 pm | Balas

  2. Hiya! I just discovered your web site: Konsep Kepemimpinan Menuju dan Menjadi yang Terbaik when I was surfing around
    delicious.com. It looks as though someone loved your website so much they decided
    to bookmark it. I’ll positively be coming back here more often.

    Komentar oleh Madeline — Januari 4, 2013 @ 12:39 pm | Balas


Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: